About Me

Foto saya
EDSA stands for English Department Students Association. EDSA is a place for students of English Department in Diponegoro University who want to study and explore their soft-skills and ability of organization. it will be helpful to us if we have some problems in our study in English Department or Faculty of Letters, for general.
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Mei 2010

EDSA Charity Act: Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

Jarkoman semalam membuat EDSAgoers sudah berkumpul di kampus pukul 9 pagi ini. Jarkom itu memberitahukan bahwa hari ini, Sabtu 1 Mei 2010, kita bakalan pergi mengunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih di daerah Pamularsih. Acara ini bisa dibilang dadakan, mengingat kita hanya meluangkan waktu sejenak di tengah semua kesibukan kita belakangan ini untuk bisa berbagi dengan teman-teman di sana. Dengan berbekal iuran sukarela dan plakat, kitapun berangkat pukul 10.00.






Sesampainya di sana, kita langsung ketemu sama Kepala Pantinya (duh, maaf lupa siapa namanya :P). Dan beliau pun langsung bercerita mengenai anak-anak yang tinggal di panti tersebut. Mengapa disebut panti asuhan cacat ganda karena anak-anak yang tinggal disana tidak hanya mengalami cacat fisik tetapi juga cacat mental. Hampir semuanya tuna wicara. Dan ternyata banyak dari mereka yang sudah tidak mendapatkan kunjungan rutin dari orang tuanya, duh sedih mendengarnya ):
Walaupun masih banyak yang berusia dibawah 7 tahun, tetapi ada juga lho yang berusia 21 tahun bahkan 30 tahun. Bayangin deh EDSAgoers, harusnya mereka juga duduk di bangku kuliah seperti kita. Makanya, kita yang dikasih Allah fisik sempurna harusnya lebih bisa memanfaatkan kesempatan yang ada, dan terus semangat ^^

















































Lebih dari 1 jam kita menghabiskan waktu bersama mereka. Kita juga menghibur mereka dengan menyayikan beberapa lagu anak-anak dengan iringan keyboard dari Rifka Pratama, Gitar dari Otniel Lambe dan tentunya suara merdu milik Pandu Seto ((:
Lagu Jangan Menyerah milik D'Massiv menjadi penutup penampilan mereka siang itu.




Setelah dirasa cukup, akhirnya kita segera memutuskan untuk kembali ke kampus, namun sebelumnya, plakat pun diserahkan kepada pihak Panti Asuhan secara simbolis dari Bapak Ketua kita, Faizal Fajar.


Setelah berpamitan, kita pun segera meluncur kembali ke kampus tercinta ^^



Semoga semangat Evi, Ayu, Maya, Maulana, Andi, Ian, Kevin Temu dan kawan-kawan terus menginspirasi kita agar tak pernah lupa bersyukur atas semua yang kita punya :D

Jumat, 16 April 2010

Singgah di Banjarmasin, Tanah Seribu Surau

Malam itu sekitar pukul 20.30 WIB, teman saya Faizal Fajar selaku ketua HMJ Sastra Inggris Undip atau EDSA mampir ke kos saya di jalan Singosari 1 no.5 utara untuk menyampaikan satu dua hal yang saya sendiri kurang begitu paham pada awalnya. Kami ngobrol bersama kurang lebih satu jam dengan ditemani oleh Haryo teman satu kos saya. Inti pembicaraan itu terkait dengan undangan yang diterima oleh EDSA dari HIMABSII (Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris se-Indonesia). Dalam undangan yang juga dilampiri dengan susunan acara dan lain sebagainya itu pada intinya mengundang 3 orang perwakilan/delegasi dari EDSA Undip untuk mengikuti Munas dan Speech Competition di Banjarmasin dari tanggal 6-10 April 2010 yang di-tuanrumah-i oleh UNISKA(Universitas Islam Kalimantan).

Satu dua hari kemudian, PH (Pengurus Harian) EDSA berunding bersama untuk menetapkan siapa yang akan menjadi delegasi dari EDSA Undip. Dalam perundingan yang cukup alot itu akhirnya disepakati dua orang akan maju sebagai perwakilan. Mereka adalah Faizal Fajar sebagai partisipan Munas dan saya sendiri Rifka Pratama sebagai partisipan Speech Competition. Memang pada awalnya PH EDSA telah menargetkan untuk mengikuti aturan undangan yaitu mengirimkan dua delegasi Munas dan satu delegasi Speech Competition. Namun karena satu dan lain hal pada rapat PH tersebut disepakati hanya dua orang saja yang akan berangkat.

Satu minggu sebelum hari-H dua delegasi EDSA yaitu Faizal Fajar dan Rifka Pratama telah berupaya mempersiapkan segala sesuatu baik mental, administratif maupun finansial dengan sebaik-baiknya. Terlebih dengan adanya bantuan dana dari Fakultas, EDSA merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak terkait. Satu hal yang cukup menarik ialah munculnya saudara Otniel Lambe Andilolo selaku Menteri Kesekretariatan EDSA yang dengan senang hati menemani dua delegasi EDSA untuk mengikuti Munas di Banjarmasin dengan biaya sendiri seutuhnya. Dengan demikian maka PH EDSA bisa mengikuti aturan dari undangan tersebut yaitu dua delegasi Munas dan satu delegasi Speech.





Tiba saatnya pada tanggal 5 April 2010 tiga delegasi EDSA Undip untuk berangkat ke Banjarmasin. Setelah berpamitan dengan masing-masing orang tua, teman, serta pihak birokrat FIB, tiga delegasi itu tepat pada pukul 08.30 WIB berangkat dari kos saya ke Bandara Ahmad Yani Semarang dengan Taksi. Jadwal Departure/keberangkatan yang ditetapkan ialah pukul 10.15 WIB. Tiga delegasi telah tiba sebelum jam itu untuk melakukan check-in. Dengan mengucap bismillah; atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa kami masuk ke dalam kabin pesawat Mandala Airlines untuk segera terbang menuju Banjarmasin. Diantara kami bertiga yang sudah sering bepergian dengan pesawat hanya Ontiel sedangkan untuk saya dan Faizal Fajar patut bersyukur karena ini merupakan first flight kami. Kesan yang saya rasakan pertama adalah tegang. Membayangkan apabila dengan tiba-tiba pesawat ini jatuh. Namun demikian hal itu tak berlangsung lama karena perjalanan yang kami tempuh hanya 55 menit.

Alhamdulillah, puji Tuhan, tepat pada pukul 12.25 WITA kami tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan selamat. Sebagai seorang Muslim saya dan Faizal Fajar mencoba untuk melakukan sholat dzuhur disebuah musala di Bandara itu. Satu sikap toleransi yang indah ditunjukan oleh teman saya Otniel, walaupun dia bukan seorang Muslim tapi dengan senang hati dia menunggu dan menjaga barang bawaan kami. Lebih lanjut, seperti yang dijanjikan panitia Munas HIMABSII ini maka kami akan dijemput di bandara dan langsung menuju KOPERTIS (Asrama tempat kami menginap). Telepon genggam milik Fajar berbunyi dan sudah bisa ditebak kalau si-penelpon adalah salah satu panitia Munas ini. Tidak terlalu lama kami menunggu dan tiba saatnya menuju lokasi Munas dan Speech berlangsung. Sebuah mobil avanza warna silver menjemput kami, driver-nya yang bernama Pak Yayang sangat baik kepada kami. Beliau mengangkatkan koper dan tas kami yang cukup berat.

Perjalanan dari Bandara ke kopertis kami tempuh dengan waktu kira-kira 1jam. Sebenarnya jalan yang kami lalui bukanlah jalan normal alias merupakan terobosan. Namun demikian kondisi jalannya sangat bagus. Satu hal signifikan yang membedakan Jawa dan Kalimantan ialah pemukiman. Dari jalan terobosan yang kami lalui bisa dibilang sangat-sangat jarang ditemukan pemukiman. Kami sangat terkesan dengan kondisi alam disana yang bisa bilang masih sangat perawan. Oh Indahnya Indonesia.

Satu jam telah berlalu dan pada akhirnya kami tiba di Kopertis. Sebuah bangunan mirip BLPT di Semarang yang terletak tepat didepan UNISKA. Salah seorang dari panitia bernama Nina dengan ramah menyabut kami, kemudian disusul oleh Bang Ryan, kami memanggilnya. Mereka betul-betul baik kepada kami. Sampai-sampai tas saya-pun dibawakan kedalam kamar 6A tempat kami stay.

Hari pertama, tanggal 5 April 2010, kami memang belum melakukan apa-apa. Namun demikian kami mencoba untuk sedikit melakukan orientasi tempat. Dengan berbekal nekat kami mencoba untuk menyusuri jalan-jalan disekitar Kopertis. Suasana malam saat itu memang masih sepi. Banyak genangan air sepanjang jalan. Cuaca disana memang mirip Semarang, sangat panas. Namun demikian keadilan Tuhan selalu berpihak pada siapapun termasuk Banjarmasin karena hujan-pun bisa turun di kota yang dilalui garis khatulistiwa itu. Sejenak diguyur hujan maka suasana jadi sedikit adem.

Hari kedua adalah pembukaan. Kami bertiga harus kembali bersyukur karena beliau yang membuka acara ini adalah seorang Gubernur Kal-sel, Bpk. H. Rudy. Selain acara inti yaitu pembukaan dan seminar nasional kami juga disuguhi kesenian-kesenian tradisional seperti Panting(musik tradisional) dengan hit Ampar-Ampar Pisang serta tarian khas Banjarmasin. Melalui momen-momen seperti itu kami bertiga sejenak berpikir bahwa Indonesia ternyata memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai harganya. Dengan itu kami mengucapkan “aku bangga menjadi orang Indonesia” I am proud of being Indonesian.

Hari ketiga tepatnya hari Rabu 7 April kami harus bersiap untuk mengikuti Sidang atau Kongres HIMABSII dengan agenda(pembahasan urutan acara, pembahasan tatib sidang, pembacaan LPJ pengurus tahun lalu, AD-ART, GBHO, kriteria bakal calon ketua, serta penetapan tempat Munas dan Annual meeting tahun berikutnya). Seluruh agenda itu tidak akan selesai dibahas satu hari maka dengan itu ditetapkan bahwa sidang akan berlangsung sampai hari Kamis. Meski demikian untuk beberapa agenda seperti, pembahasan urutan acara dan tatib sidang sebenarnya sudah dibahas dihari Selasa usai Pembukaan. Suasana Sidang di hari pertama cukup menegangkan karena salah satu peserta sidang bernama Ahmad Luthfi yang kita panggil Bang Luthfi menyampaikan protes kepada presidium sidang dengan nada lantang. Usul punya usul ternyata beliau asli Bugis. Namun apapun yang terjadi usul Bang Luthfi adalah usul yang bagus demi hikmatnya persidangan. Undip sebagai satu-satunya Universitas dari Jateng yang mengikuti Munas tersebut patut berbangga karena salah satu dari kami yaitu Otniel terpilih menjadi presidium sidang 1. Waktu demi waktu sidang bergulir. Otniel mencoba memimpin dan mengedalikan peserta dengan sebaik-baiknya. Suasana sidang yang dipimpin saudara Otniel cukup kondusif. Teguran demi teguran ia sampaikan kepada siapa-siapa yang tidak mematuhi tatib.

Sesuai agenda yang ada di-undangan maka di hari ketiga tersebut saya juga mengikuti Speech Competition selaku perwakilan Undip. Beberapa perwakilan dari tuan rumah dan teman-teman dari pulau Kalimantan dengan antusias yang tinggi menjadi pesaing kami. Mereka adalah Unikarta Kal-Tim, Stikip, Stiba Banjarmasin, dan Stie Widyagama. Perlombaan itu cukup membuat saya pesimis karena metode yang digunakan ialah impromptu (serta merta). Tema diberikan 30menit sebelum pidato. Terlebih tidak ada catatan kecil atau teks.Namun demikian apapun yang terjadi kami akan berusaha sebaik-baiknya karena ini adalah tugas yang wajib dijalankan sebaik-baiknya. Sudah selayaknya kami memberikan yang terbaik untuk EDSA dan Undip. Pada saat tiu saya mendapatkan nomor urut pertama. Tema Speech adalah “English for Globalized Era”. Saya coba untuk merangkai kata demi kata kemudian saya utarakan kepada audience. Jumlah juri pada waktu itu ada 3 orang. Tiba giliran saya berpidato maka dengan sekuat tenaga dan pikiran saya utarakan rangkain kata-kata itu. Selanjutnya, kami harus pasrah karena semua usaha telah kami jalankan.Pemenang Speech akan diumumkan pada penutupan Kongres HIMABSII di Hari Kamis Malam.

Hari Kamis 8 April 2010, agenda yang ada ialah menyelesaikan sidang dan pelantikan ketua DPN(Dewan Pengawas Nasional) serta DPP (Dewan Pengurus Pusat). Terpilih sebagai ketua DPN adalah Bang Jems(perwakilan dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjar Banjarbaru) sedangkan untuk DPP-nya adalah Bang Feri dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jatim. Selain itu nama HIMABSII juga diganti menjadi IKAMABSII sesuai rekomendasi dari DIKTI. Kami bertiga juga dengan senang hati masuk dalam kepengurusan tepatnya Fajar(infokom), Otniel( Pengembangan Organisasi), dan Rifka( Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian Masyarakat). Setelah pelantikan pengurus maka diadakan Muskernas(Musyawarah Kerja Nasional) dan dari itu disepakati beberapa proker untuk kemudian dijalankan. Pada hari itu juga sesuai dengan kesepakatan forum sidang ditutup dan disusul dengan pengumuman pemenang Speech Competition. Kami sempat pesimis beberapa saat. Namun pada akhirnya nama Undip disebut oleh MC sebagai Juara ke-2 Speech Competition Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris se- Indonesia. Maka sudah sepatutnya kami mensyukuri nikmat ini.















Jumat sore kami bersama-sama dengan teman-teman yang lain serta panitia menuju ke objek wisata terakhir yaitu pusat oleh-oleh tepatnya di kota Martapura dan pemandian air panas Loksado. Martapura merupakan Kota penghasil intan di Kal-sel sebutan yang lainnya ialah kota santri. Disebut kota santri karena suasana religius begitu kental terlihat. Kami bertiga membeli beberapa cindramata khas kal-sel. Setelah itu kami melaju ke objek akhir yaitu Loksado sekaligus menikamti malam keakraban bersama kontingen dari daerah lain. Jalanan menuju ke lokasi bisa dikatakan sangat-sangat sepi karena notabene merupakan hutan lebat. Sekitar 10 kilo lebih baru ada pemukiman dan sinyal HP-pun sulit terjagkau darisana. Namun apapun yang terjadi, perjalanan panjang itu terbayar lunas dengan pemandian air panas yang sangat mengasyikan. Kami menyempatkan untuk berendam dikolam itu sehingga sedikit me-refresh kembali keadaan fisik maupun mental kami. Usai bercengkrama dengan teman-teman dikolam air panas itu, kami beserta panitia dan kontingen lain membakar jagung untuk dimakan bersama-sama. Suasana malam yang sunyi terpecah oleh gelak tawa kami semua. Sebenarnya hari berikutnya, sabtu pagi, ada satu objek lagi yaitu Air terjun daerah pedalaman. Namun karena kami ketiduran dan kecapean maka kami sepakat untuk tidak mengunjunginya bersama panitia dan teman-teman dari kontingen lain.






















































Ada pertemuan maka ada perpisahan. Itulah perkataan yang cocok digunakan dihari kita akan kembali ke Semarang. Kami bertiga sedikit sedih karena harus berpisah dengan teman-teman kami; sejatinya kami dan seluruh kontingen baru benar-benar akrab pada 2 hari terakhir saat wisata bersama. Sekitar pukul 8 pagi kami packing dan rencannya jam 12 kami ke bandara dengan naik Argo(sebutan taksi di Banjarmasin). Ada banyak kesan dan hikmah dari perjalanan ini; kami bisa mempelajari budaya lain di Indonesia, mengenal lebih jauh keanekaragaman dan yang pasti menambah teman dari berbagai daerah. Dari kegiatan itu kami mungkin menjadi semakin mencintai Indonesia dan segala yang ada di dalamnya. Sampai Jumpa Banjarmasin!Sampai jumpa kawan-kawan di Annual meeting(Bandung) dan Munas tahun depan( Malang).

Essay ini kami persembahkan untuk Tuhan YME, Bpk dan Ibu, Almamater, anak-anak EDSA Undip, serta kawan-kawan Munas IKAMABSII Banjarmasin dimanapun kalian berada ((:


(Rifka Pratama)


Sabtu, 06 Maret 2010

Cerita dari Boston by Dini Hajarrahmah .. Keep read on!

Hello, EDSAgoers!!
Saya ingin berbagi pengalaman dengan kalian semua tentang bagaimana perjalanan menuju “Harvard National Model United Nations 2010” kemarin yang tentunya tidak lepas dari dukungan teman-teman EDSA semua serta bagaimana EDSA telah membentuk saya seperti sekarang ini.

Saya masih ingat sekali waktu interview untuk penentuan delegasi HNMUN 2010. Interviewer yang juga dosen UNDIP menanyakan pengalaman organisasi saya selama ini. Waktu itu saya dengan bangganya menyebut EDSA sebagai organisasi yang saya geluti akhir-akhir itu (waktu itu bulan Oktober, saya belum lengser jabatan). Waktu interviewer menanyakan apa saja yang saya lakukan disitu dengan cas cis cus saya ceritakan bagaimana hebatnya EDSA yang baru bangkit pada saat itu telah menuai berbagai kegiatan yang produktif dalam setahun. Ketika mereka mulai bertanya apakah ada pengalaman mencari sponsorship (ini menyangkut program HNMUN taun ini yang memang mengandalkan sponsorship), saya teringat sekali moment perjuangan mencari sponsorhip untuk acara besar yang kebetulan saya menjabat sebagai ketua di dalamnya: Festival Budaya “Metamorphoedsa”. Saya ceritakan pengalaman saya berkutat dengan sponsorship dan interviewer pun manggut-manggut sambil beberapa kali mencatat.

Entah kenapa, saat itu juga saya sadar bahwa saya bangga dan beruntung sekali bisa tergabung di dalam EDSA. EDSA pun sering saya sebut-sebut di setiap interview di beberapa kompetisi dan di kasus ini, EDSA kembali ‘menyelamatkan’ saya karena mungkin ini menjadi salah satu point sehingga saya bisa tergabung di dalam 15 delegasi terpilih untuk event internasional bertema Model United Nations (MUN) pertama kali yang diikuti oleh UNDIP.




Hebatnya lagi, Fakultas tercinta kita memecahkan rekor delegasi terbanyak dengan terpilihnya 5 orang delegasi dari FIB dari 15 delegasi berbagai fakultas. Moreover, 3 dari 5 delegasi tersebut adalah jebolan EDSA. Pratama Yoga Nugroho, Ketua EDSA 2009/2010 – Cresti Eka Fitriana, Ketua Divisi Amstud 2009/2010 – dan saya, Dini Hajarrahmah, Ketua Divisi Kominfo 2009/2010.







Bercerita sedikit tentang HNMUN 2010, event tersebut adalah hal yang sangat baru bagi saya. Mungkin banyak yang belum tahu sebenarnya apa yang kita lakukan disana? Ternyata lebih rumit daripada yang saya bayangkan sebelumnya! MUN adalah simulasi sidang PBB yang ternyata sudah sangat popular di kalangan mahasiswa maupun murid SMA di barat. Kalau kalian pernah nonton film “Winning London” yang dimainkan si kembar cewek (siapa ya namanya? Lupa!) itu adalah gambaran Model UN anak SMA. Tapi yang kita hadiri kemarin adalah level Universitas dan Harvard sebagai penyelenggaranya. Panitia, Director, Moderator, dan semua yang mengurus adalah mahasiswa Harvard. Saya takjub pada kecanggihan mereka menyusun acara akbar ini, apalagi yang jadi Director, Moderator, dll masih sophomore lho! Means.. itu seumuran dengan pengurus EDSA saat ini yang berada di semester 4. Wow!

Di dalam HNMUN yang merupakan MUN tertua, terbesar, dan paling bergengsi dunia ini dihadiri oleh puluhan ribu mahasiswa dari 300 Universitas di seluruh dunia. Dari Indonesia sendiri ada 6 Universitas: UNDIP, UGM, UI, ITB, UNPAD, UNPAR. MUN melatih kemampuan bernegosiasi, diplomasi, berdebat, leadership, membentuk aliansi dengan Negara lain, public speaking, dan banyak lagi skill yang diasah di dalam event ini. Kalau mau tahu teknis detailnya, silakan kontak saya saja langsung ya! Pasti bakalan panjang sekali kalau harus menjelaskan bagaimana simulasi sidang PBB yang berjalan selama 4 hari hanya untuk menyelesaikan satu topik di masing-masing komite. Kebetulan saya satu komite dengan Cresti yakni di komite SOCHUM (Social Cultural and Humanitarian Committee) dan topic yang dibahas adalah “Ending World Hunger”. Penasaran anak FIB yang lain dapat komite apa? Ardhi Muzakky mewakili komite SPECPOL (Special Political and Decolonization), Achmat Qomaruddin mewakili komite HGA (Historical General Assembly), dan Pratama Yoga Nugroho mewakili komite DISEC (Disarmament and International Security).

Yang asik dari HNMUN 2010 adalah jalan-jalan setelah conference berakhir! Kemarin kita berkesempatan mengeksplor beberapa tempat di Boston, lalu ke Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), lalu waktu kita mendapat dinner invitation dari Kon Jen RI (KJRI) New York kami pun sempat mampir ke Statue of Liberty dan Times Square. Semuanya bisa ditempuh dengan mudah naik T alias kereta bawah tanah (subway).

Seru? You feel excited and challenging to do the same? Then don’t just sit on your chair! Wake up, prepare yourself, your spirit, your knowledge, your skill, and your faith to join the selection for HNMUN 2011! If you have any questions or need some suggestions regarding the selection, don’t hesitate to contact me. Tunjukkan ke-EKSIS-an EDSA!!! Ayo anak EDSA nanti harus rame-rame ikut seleksi HNMUN 2011! Carpediem!!

Best Regards,
Dini Hajarrahmah
dini.hajarrahmah@yahoo.com
http://dinisomething.blogspot.com
http://twitter.com/dinidreaming

Minggu, 14 Februari 2010

Travelling : Masjid Agung Jawa Tengah

Minggu, 14 Februari 2010

Travelling ke MAJT !!!


Acara ini tu sebenernya ga diniatin, cuma gara gara dosen kita, Steffany, kedatangan sodaranya dari US yang pengen jalan jalan trus ngeliat MAJT. Jadilah dia SMS para muridnya. dan akhirnyaaa, terpilihlah 4 orang beruntung yang mendapatkan golden ticket buat jalan bareng Steffy dan sodaranya, mereka adalah ...
*tengterengtereeeeng!*
Mas Dhani, Mb Fanny, Fajar dan saya sendiri a.k.a Netha :P
hhehe ..
sebenernya ga gitu sih, jadi yaa cuma orang orang ini yang bisa nemenin. mungkin karena itu hari valentine, jadi banyak yang agak ga rela ngabisin waktu valentinenya buat jalan di masjid ma bule pula. hmm ..
jadi gini, berhubung aku bangun kesiangan, jadi Mas Dhani, Mb Fanny ma Fajar jalan duluan deh ma Steffy dan sodaranya yang belakangan aku tau namanya Caroline ..
Pertama mereka menjelajah isi masjid kemudian move ke lantai19 alias menara ..
pas pada mau ke museum baru deh aku datang :D

Museum yang nyeritain sejarah islam ini ada di lantai 2 sama 3 Menara Masjid Agung Jawa Tengah. Mulai dari replika Menara Kudus, Warak Ngendok, foto-foto masjid-masjid di Indonesia dari jaman duluuuu, sampe macem-macem Al-Qur'an dan terjemahannya dalam berbagai bahasa ada disini. Hayooo sapa yang belom pernah kesini ? Ngakuu ..

Sebenernya sih boleh ngambil foto didalam museum, cuma berhubung kita pada sibuk gitu, jadi ga ada yang sempet ngambil gambarnya deh guys, maaf yaa ..

tapi waktu keluar, kita sempet foto bareng kok ((:


si Fajar kok ada yaa ? hhe, dia yang motert guys :D



nah, ada lagi kejadian serunya, jadi waktu kita mau pulang kan kita nemenin Steffy ma Carol di depan pos satpam nunggui taksi jemputan mereka, ada orang-orang dari komunitas sepeda yang kebeneran lagi maen di MAJT juga, pada minta foto bareng ma Steffy&Carol, apa lagi kalo bukan gara-gara mereka bule. Hhaha, ternyata bule masih jadi daya tarik banget yaa buat koleksi foto-foto kita :P

Ini nih fotonya ..















Oia, pas kalian masuk ke Menara MAJT abis beli tiket jangan pada lupa ditukerin sama merchandise menarik dipojok kiri pintu masuk, kayak gini ni :P















seharian jadi tourguide ini kelar jam setengah 1an, rencananya Steffy bakalan ngajak Carol ke Sam Poo Kong, trus besoknya ke Jogja deh. Moga-moga bawain kita oleh-oleh yaa, hhaha ((:

(nethuzz)

Minggu, 12 Juli 2009

EDSA ROCKZ CINEMA&NITETRIP: dijamin ketagihan! :D





Dalam sebuah organisasi dibutuhkan kebersamaan dan kesolidan tiap anggota terhadap organisasi tersebut sehingga terciptalah perasaan saling memiliki, menjaga, dan bersama-sama membangun organisasi tersebut. EDSA sebagai HMJ Sastra Inggris UNDIP pun memiliki cara-cara yang unik dalam membangun kebersamaan dan rasa memiliki ini.

EDSA ROCKZ 21” adalah salah satu program unik itu! Wow! Apa itu??

Jadi.. ini merupakan nama proker incidental *jaaah* yang diselenggarakan atas dasar pemikiran beberapa pemikiran aneh para EDSAgoers hahahaha.. 23 Juni 2009 lalu, beberapa EDSAgoers yang lagi gg ada halangan ikut meramaikan proker yang bersifat entertainment tapi bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antara anggota EDSA (EDSAgoers). Soo.. apa sih yang kita lakuin??


Dari namanya “21” itu sudah menunjukkan sesuatu hehhe.. yak! Kita nobar alias nonton rak bar-bar eh maksudnya nonton bareng di Citra 21 :D Garuda di Dadaku menjadi film pertama yang kami tonton rame2 malam itu jam 7.. lengkap sudah kami ber-17 memenuhi studio.. thanks to Cresti ibu Kadiv Amstud yang udah rela antri sendirian beliin kita tiket sebanyak ituuu ehhehe :D Oiya FYI, sang ketua EDSA bersama mas Ajen Kurniawan gg nonton Garuda di Dadaku lho.. mereka berdua memilih untuk menonton KCB (Ketika Cinta Bertasbih) hehhe..

Hmmm.. bisa dibayangin, kami ribut sendiri di dalam bioskop, apalagi budhe! Beuuuh.. dikit2 komentar, batuk2, dehem2, ketawa ngakak, wes pokoke budhe mirip mbah surip! *nahlhooo hahahah* usai nonton Garuda di Dadaku, kita pun sempet foto di dalam 21 hahah lalu beberapa melanjutkan ke KFC buat makan. Di KFC inilah sempet2nya kita maen truth or dare! Hoho.. kebukalah kartu AS beberapa anak yang milih “truth” ehhehe..


Naaah..

Dari nonton yang pertama itu, beberapa EDSAgoers pun mendapat inspirasi untuk segera menyelenggarakan EDSA ROCKZ 21 yang kedua dengan nonton TRANSFORMER dan dilanjutkan dengan NITETRIP atau jalan2 malam gg tidur semaleman sampe shubuh! :D Hmm.. ide ini kemudian dijarkom dan kita pun berhasil menjaring 27 orang untuk ikut meramaikan proker incidental ini lagi yang bakalan menambah kebersamaan kita :)

Unfortunately, kita kehabisan tiket transformer huhu ini membuat kita akhirnya menonton “KING”! thanks to teteh fanny kadiv mikat dan lagi-lagi cresti hahahah yang telah rela antri buat beli tiket seabreg ituuuu.. fufufu.. ada yang heboh ketika di tengah2 film KING mengambil lokasi di kota Kudus, para EDSAgoers langsung melakukan aksi ribut menoleh ke Dini si kadiv kominfo karena dia ribut juga ada Kudus! Hahaha.. secara dia berasal dari Kudus :D Hmm.. setelah nonton usai, kami pun melanjutkan trip ke Warung Si Boy buat makaaaan! Oya, kami tak lupa membawa kamera dan handycam untuk mengabadikan momen2 ini.. kami pengen suatu saat bikin film documenter setahun kepengurusan EDSA 2008-2009 ini, hopefully kejadian, amiiin! :D


Usai makan yang diiringi hujan, kami pun melanjutkan trip berfoto di depan tulisan UNIVERSITAS DIPONEGORO di depan videotron. Hmm.. masa mahasiswa UNDIP gg pernah foto di depan gerbang ini? Hehhe..next destination kita keatas! Ke UNDIP atas! Pengen foto di Widya Puraya tapi gelap jadi kita berfoto di depannya yang banyak lampu2 bagus.. hmm.. katanya tahun depan kita bakal pindah kesini, guys! :D

Gombel, tepatnya Taman Tabanas, menjadi tujuan selanjutnya kita!

Melihat lampu2 dari rumah2 Semarang kemudian bercerita pengalaman2 kita sambil bercengkrama satu sama lain, bercanda tawa serta menertawai Dian dan Pincuk *hehhe peace out ^^*.. semuanya gg akan pernah kita lupakan. Kita pun tak lupa mengisi BUCUR (Buku Curhat EDSA) yang udah dibawa sama Vita staff PSDM EDSA. Humm.. semua yang kita rasakan kita tumpahkan di BUCUR.. Pincuk yang datang jauh2 dari ITS pun tak lupa menulis di BUCUR..


Lalu, TUGUMUDAAA!!

Lumayan lama disini, foto-foto, ketawa-ketawa sampai gg sadar udah jam 02.30 pagi! Membuat kami lalu bergegas ke tempat yang akan menjadi puncak nitetrip: Mc.D!!! ehhehe.. sebenernya tujuan kita bukan makaaaan tapi buat mencari tempat 24hours yang kita semua bisa duduk dengan nyaman, gg diusir, dan sepiii.. maka Mc.D telah memenuhi kriteria2 tersebut.. :D

Hmmm.. semuanya pun tumpah disini, puncak dari nitetrip.

Kami memulai acara sharing di puncak nitetrip. Budhe dan Dini memandu acara sharing. Aturannya: siapapun harus bicara jika kena botol yang kita putar yang biasanya untuk truth or dare dan setelah itu siapapun boleh menanggapi. Atau kalau mau sukarela bercerita pun gg masalah. Seperti Deky. Yang memulai sharing ini. Lalu satu persatu mulai menanggapi curahan hatinya. Kemudian yang kena sampur adalah Faris dan dia pun mulai bercerita.. yang aneh, soundtrack-nya di Mc.D pas banget dengan setiap cerita temen-temen hehhe membuat suasana dini hari jam 03.30 menjadi haru biru.. bahkan membuat beberapa orang meneteskan air mata :) Fajar pun bercerita, Pincuk yang jauh2 dari ITS pun ikut-ikutan curhat dan sempat mengucapkan salute-nya untuk EDSA yang aneh di matanya karena punya acara2 luar biasa seperti ini hehhe.. Budhe juga akhirnya ikut kena sampur. Cerita ini pun diakhiri oleh Dian yang menceritakan betapa bahagia dan bersyukurnya dia dengan keluarga yang dimilikinya :)


Acara sharing di Mc.D pun diakhiri dengan tepuk tangan semua EDSAgoers yang ada disitu.. total ada 11 motor dan 22 orang!! Dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 04.50 sehingga kita pun bergegas menuju masjid Baiturrahman untuk sholat shubuh. Usai sholat, awalnya kami hendak melihat sunrise di Marina beach, tapi karena jauh membuat kami mengurungkan niat. Celebrating the sunrise kita ganti ke BURJO Singosari dan masing2 pun mengisi perut dengan makanan yang ichip-ichip.. :D Banyak sekali tawa di BURJO.. mengingat kegilaan-kegilaan yang kita lakukan malamnya dan wow! Kita belum tidurr!! Hehhe.. akhirnya, kita pun kembali ke kos dan rumah masing2 usai mengisi perut.


Hmmm..Mungkin sebagian kalian beranggapan acara macam apa ini? Hehhe.. tapi bagi kita, EDSA ROCKZ 21 and NITETRIP adalah program luar biasa yang kita ciptakan dan ternyata.. membawa efek luar biasa di hati masing2 dari kita, ini merupakan unforgettable moment yang mungkin hanya kita alami disini dan beruntungnya, bersama EDSA :) suatu saat nanti, bersama anak cucu kita, kala kita melewati setiap tempat nitetrip kita, yang ada hanyalah rasa haru, kangen, dan bangga mengingat masa-masa saat ini, disaat kita bersama.. :)

Saya yakin, orang-orang dalam nitetrip akan merindukan nitetrip2 selanjutnya dan mendapat sesuatu yang berdesir di hati kita masing-masing.. yang pasti, ini tidak boleh berhenti disini, perjuangan EDSA harus terus dilanjutkan, dan kebersamaan adalah kunci untuk berhasil memperjuangkannya. Karena kita EDSA. EDSA?? EXIIIIIISSTTT!!! :D


PS. Thanks for “EDSA ROCKZ 21” sesi 1 troopers: yoga,ajen,budhe,dini,cresti,nabila,arif,vita,assa, kibo,dian,pincuk,icha,naval,depe.

And also for “EDSA ROCKZ EP&NITETRIP” troopers:

budhe,dini,cresti,arif,vita,emon,dawud,deky,fitri,pincuk,dian,dhora,dhila ‘makcik’,helen,icha,faris,fajar, dhani,putra,cindy,fanny’06,lilies,tika,afifah,rebana,rio.

YOU’RE ALL ROCKZ, GUYSSS!!!

LETS ROCKZ ANOTHER NIGHT!!!

Last,

EDSA??????????????????????