About Me

Foto saya
EDSA stands for English Department Students Association. EDSA is a place for students of English Department in Diponegoro University who want to study and explore their soft-skills and ability of organization. it will be helpful to us if we have some problems in our study in English Department or Faculty of Letters, for general.
Tampilkan postingan dengan label asistensi club. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asistensi club. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

UNDIP’s English Department Tutors

After days of waiting, finally the result of English tutor came out.

UNDIP’s English Department tutors:

Speaking :

  • Pipit Indrawati (alumnae of Australia-Indonesia Youth Exchange Program), English UNDIP 2005
  • Ike Endah Rachmawati, English UNDIP 2007
  • Fanny Judistia Perdani (participant of Korean Youth Camp 2009), English UNDIP 2006
  • Andina Dwi Kanti, English UNDIP 2007
  • Pratama Yoga Nugroho, English UNDIP 2006

Writing:

  • Vany M, unidentified
  • Tika Siwi Saraswati, English UNDIP 2007
  • Enggy Setya Ningrum Dewanti, English UNDIP 2007
  • Sofiana Rosida, English UNDIP 2007
  • Indri Manisha, English UNDIP 2007

Congratulations for all the tutors ((:



Original Post:

http://yogaslavianarmy.wordpress.com/2010/03/11/undips-english-department-tutors/

Jumat, 03 Juli 2009

UNITY in DIVERSITY: Diskusi bersama 4 speakers beda negara!


“UNITY IN DIVERSITY”


ahaha itulah tema diskusi Departemen Pemberdayaan Akademis EDSA. Ini adalah proker bersama perdana dari semua divisi yang ada di Departemen PA. Mmm …acaranya keren lho…!!! Di acara ni ada 4 orang dari berbagai Negara, mulai dari Indonesia, Jepang, Amerika, ampe Swiss…

Disini kita bisa diskusi gitu tentang Negara,budaya,adat,de el el. Pokoknya, selaen dapat temen, kita juga bisa dapat pengetahuan dari berbagai budaya. Pembicanya juga asyik banget dech, dari Indonesia ada Ahamd Qomarruddin ( mahasiswa sastra Inggris 2005, dy pernah ke Jepang lho…setahun gt,mmm ngapain yach??yg jelas cari ilmulah..), terus ada Kaneko sensei ( Dosen Sastra Jepang Fak. Ilmu Budaya, orang Jepang yang Jawa banget, yaiyalah ,,,kan istrinya orang Salatiga), next ada Elizabeth dari Amerika ( dy volunteer gt…orang cantik n pinter loh..), and the last ada tamu dari Swiss yaitu Anton ( Baru aja dia nyampe Indonesia, dy langsung nyanggupin jadi pembicara di diskusi ini tanpa persiapan apa pun, wuih kokol bener nih orang hehehe ). Para pembicara kita ini kokol loh.. baek, ekspresif, komunikatif, pokoknya gak segan segan buat bagi bagi ilmu dengan kita kita. Ternya di Negara mereka itu banyak hal yang unik, keren, n berbeda banget ma Negara kita. Acara ini dipandu oleh Dini Hajjarahmah and Enggi Dewanti, trus juga dimoderatori oleh bapak katua kita Pratama Yoga N.

Acaranya seru banget dech, para peserta antusis banget waktu sesi Tanya jawab, ditambah lagi ada sesi quiz berhadiah, tambah rame pokonya.

saluut n thank banget dech ma pengisi acanya, trus juga ma panitia n peserta. Sehingga diskusinya bisa berjalan dengan lancar n sukses.


So, ditunggu proker proker keren laenya dari dept pA EDSA,,,

EDSA !! EXIST !!! EXIST !!! EXIST !!!


DIFEST: dari "MAPIDA" hingga HOTSPOT FIB

Pada tanggal 19 Juni 2009 Departemen Pemberdayaan Akademis EDSA, UNDIP, telah erhasil menyelenggarakan salah satu program kerjanya, yaitu DIFEST atau Discussion for English Student. Kegiatan yang berlangsung di ruang extensi 1 dan 2 lantai 3 kampus FIB, UNDIP ini dihadiri oleh semua unsure yang terkandung dalam jurusan Sastra Inggris, baik mahasiswa, Ketua Jurusan serta dosen. Dari pihak mahasiswa beberpa perwakilan mahasiswa Sastra Iggris dari tiap angkatannya sedangkan dari pihak dosen hedir beberapa deosen dari peminatan jurusan serta dosen bidang kemahasiswaan.

Kegiatan yang bertujuan sebagai “jembatan” antara mahasiswa dengan pihak jurusan ini dalam menyampaikan aspirasi, keluhan serta harapan ini berjalan hanagat dan sangat berisi. Hal ini dapat terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam memberikan pertanyaan dan menyampaikan keluhan serta harapan seputar Sastra Inggris. Di samping itu, pihak jurusan pun merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan semacam DIFEST ini sebab pihak jurusan dapat lebih memahami keinginan para mahasiswa demi tercapainya jurusan Sastra Inggris yang lebih baik di masa mendatang.

Diskusi yang mengelompokan aspirasi mahasiswa Sastra Inggris dalam tiga bagian yaitu Sastra Inggris dari sisi administrasi, akademik dan future ini diawali dengan pembagian kuesioner pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris tentang tiga hal diatas dan sambutan yang diberikan dari mahsiswa sangatlah baik. Beberapa kuesioner tersebut lalu diangkat menjadi topik awal diskusi. Dari kuesioner tersebut tergambarlah perasaan, aspirasi dan harapan mahasiswa terhadap jurusannya. Tanggapan yang disampaikan oleh pihak jurusan pun sanagt positif, dimana pada dasarnya mereka memahami segala keinginan dari mahasiwa, namun segala keterbatasan termasuk dari sisi financial menjadi faktor utama penghambat kemajuan jurusan. Selain itu sitem birokrasi yang terlalu berbelit juga merupakan salah satu bagian dari lambatya improvement jurusan. Pada diskusi ini juga dibahas tentang penggunaan dari dana Mapida dan perpindahan kampus Sastra Inggris. Hal yang menarik dari pembahasan perpindahan kampus ini adalah ternyata ada beberapa mahasiwa yang tetap menginginkan kampus Sastra Iggris pada khususnya tetap bertahan di Pleburan, meskipun banyak juga yang berharp kampus segera dipindah ke Tembalang yang lebih terintegritas. Beberapa hal lain yang dibahas antara lain penggunaan nama yang tepat pada jurusan Sastra Inggris, apakah Sastra atau Bahasa, dan pihak jurusan mengklarifikasikan pula bahwa yang tepat adalah Sastra Inggris, bukan Bahasa Inggris seperti yang tercantum dalam papan keteranagan kampus di halaman depan.

Diskusi ini juga semakin menarik dengan pertunjukan akustik yang disajikan oleh beberapa anggota EDSA dengan memainkan lagu “More than Words” dan “Always”. Satu hal yang menarik dari pertunjukan akustik ini adalah bersedianya dosen bidang kemahasiswaan, yaitu Bapak Arya Jati berduet dengan PAndu (vokalis). Meski selama diskusi Bapak Arya terlihat sangat malu dengan sura yang pelan namn ternyata dalam menyanyi beilau memiliki potensi yang cukup baik, beliau sangat menjiwai dalam menyanyi “Always” dari Bon Jovi.

Rabu, 17 Juni 2009

ENGLISH DAYS by Divisi Asistensi EDSA!!

PROKER ASISTENSI CLUB: ENGLISH DAYS!!


ENGLISH ROXX!!


“English Days” adalah program yang diadakan EDSA khususnya Divisi Asistensi Departemen Pengembangan Akademis (PA) dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri dan melatih skill kita-kita untuk ngomong pake bahasa Inggris. Acara ini gag cuman buat anak-anak EDSA doang lho.. tapi buat semua anak-anak Sastra Inggris dan lebih luasnya lagi buat semua mahasisw FIB. Program ini dimulai dari tanggal 12 Mei 2009, sebelumnya diadakan publikasi dan penyebaran quisioner untuk mengetahui animo mahasiswa itu sendiri. Dalam program ini para mahasiswa diharuskan menggunakan bahasa Inggris selama sehari, baik dalam perkuliahan maupun di luar kuliah. Jadi kita-kita langsung praktek tuh ngomong pake bahasa Inggris. Program ini dianggap perlu dicanangkan melihat kebutuhan bahasa Inggris yang penting dalam dunia kerja. So, mau gg mau kita harus bisa menguasai bahasa Inggris baik pasif maupun aktif.

So guys.. for the next “English Days”, lets speak english in order to make us better and better.. jangan malu-malu buat ngomong pake inggris terutama buat anak Sastra Inggris.. masa kalah sama anak UNNES yang mereka tuh tanpa ada english days atau enggak, mereka tetep pede-pede aja speak english sama temen-temen mereka di luar kuliah maupun pas kuliah.. Jadi ayooo.. tunjukkan identitas kita sebagai anak Sastra Inggris dengan pede berkomunikasi dengan bahasa Inggris.. jangan ragu-ragu.. ENGLISH ROXX!